Senin, 11 Maret 2013 0 komentar

Suster-Suster KFS

setelah mengenal para pastor yang telah berkarya di paroki kami, sekarang saatnya mengenal para suster-susternya ya sobat Tarsisius ..  Yoo Mariii...

Suster-suster Fransiskanes Sambas (KFS) sudah sejak tahun 1984 berkarya di PAROKI NGABANG. Nama Pelindung rumah para Suster di Ngabang adalah "Santa Klara". Sumbangan tenaga para suster untuk Gereja dan Masyarakat sangat berarti. Aneka ragam kegiatan mereka lakukan di bidang pembinaan anak muda yaitu : Pembina Asrama,Sekolah TK AMKUR (Taman Kanak0kanak), Pendamping OMK, Pendamping Misdinar,kerasulan ke stasi-stasi dan karya medis. Sejak APril 2012 Suster-suster KFS telah membuka satu unit Klinik Umum/Rumah Bersalin (RB) di lingkungan Gereja Katolik di Ngabang. Klinik itu melayani umum dan spesial urusan kebidanan. RB itu sudah teruji.
Nama-Nama para SUSTER KFS saat ini adalah :
Sr.M. Anesia, KFS (pimpinan rumah)
Sr.M. Agnes, KFS 
Sr.M. Lidwina, KFS
Sr.M. Valentin, KFS
Sr.M. Olga, KFS (bidan/pimpinan klinik0
Sr.M. Ferdinanda, KFS

writer: novi khan
sumber : buku paroki
»»  READMORE...
Jumat, 08 Maret 2013 2 komentar

MANFAAT APA YANG SAYA TERIMA DARI SAKRAMEN BAPTIS?:


MANFAAT APA YANG SAYA TERIMA DARI SAKRAMEN BAPTIS?:

Sakramen Baptis merupakan Pintu Gerbang Keselamatan kita; melalui mana kita memperoleh anugerah kehidupan baru dalam Kristus. Namanya pintu gerbang, kita baru memasuki ‘wilayah keselamatan’ yang dijanjikan Allah; tetapi baru sampai di depan pintu gerbangnya, keselamatan yang sepenuhnya itu sendiri masih jauh, belum sampai masuk di 'ruang Maha Kudus Allah', bahkan belum memasuki 'pelatarannya'.

Sakramen Baptis itu ibarat sabun, meskipun telah ditemukan ribuan tahun yang lalu, tidak berarti semua orang di dunia ini badannya bersih, masih dibutuhkan inisiatif untuk mau mandi dan menggunakan sabun setiap hari agar badan tetap bersih. Demikianlah iman kita yang baru kita terima lewat sakramen Baptis, masih harus diperjuangkan dengan menghidupinya dengan rajin membersihkan diri lewat sakramen tobat, berlaku baik, dan memikul salib setiap hari.

Buah2 yang kita peroleh melalui sakramen Baptis adalah:
a. Kita dibebaskan dari dosa asal yang melekat dalam setiap manusia yang lahir dari keturunan Adam, manusia pertama yang jatuh dalam dosa. Ini seperti halnya kunci gembok yang membelenggu kaki kita. Dengan dibaptis kita dibebaskan dari rantai belenggu dosa asal, untuk mampu melangkah menuju keselamatan yang ditawarkan Allah.

b. Dengan sakramen Baptis kita terlahir baru menjadi anak2 pilihan Allah Bapa, resmi menjadi anggota tubuh Kristus, dan menjadi bait suci bagi kediaman Roh Kudus dalam diri kita.

c. Juga melalui baptisan, kita secara resmi dipersatukan menjadi anggota Gereja Kudus sebagai tubuhNya yang kelihatan di dunia. Dengan demikian kita dimampukan untuk terlibat aktif di dalam imamat Kristus. Jadi ingatlah, dengan menerima Baptisan, setiap orang Katolik menerima rahmat rajawi Kristus sebagai imam (imamat umum), raja(memimpin), guru(mengajar), dan nabi(mewartakan).

d. Sakramen Baptis bersifat sebagai materai dalam jiwa kita, berlaku kekal, dan menjadi tanda rohani yang tak terhapuskan. Menjadi semacam “karakter hidup iman” kita sebagai orang Katolik. Dan karena sifatnya yang tak terhapuskan dan menjadi identitas rohani; maka sakramen Baptis tidak bisa diulang, tidak bisa diterima lebih dari satu kali. Maka juga, sekalipun orang ‘murtad’ dan meninggalkan imannya baik secara formal maupun secara praktis, materai itu tak akanterhapuskan dalam dirinya, hanya menjadi ‘mandul/nonaktif’. Maka hanya perlu diperbaharui jika mereka bertobat dan kembali ke pangkuan Gereja.

e. Sakramen Baptis juga membuat kita menjadi orang Katolik yang mempunyai hak penuh untuk menerima sakramen2 lainnya, dan hak penuh untuk mendapatkan pelayanan rohani baik di waktu hidupnya, maupun sesudah kematiannya (masih terus didoakan oleh para beriman sekalipun sudah meninggal).

Jadi ingatlah, setelah anda dibaptis, manfaatkanlah hak2 penuh anda sebagai anak2 Allah, dan hidupilah sakramen keselamatan ini agar menghasilkan buah2 keselamatan juga bagi keluarga dan orang2 di sekitarmu. Dan jangan lupa bahwa kita semua dipanggil untuk menjalankan tugas2 kita sebagai imam, raja, guru, dan nabi2 cintakasih.
Salam hangat, P.Christianus Hendrik SCJ, South Dakota-USA

NB: Terimakasih untuk teman2 yang sudah menjawab pertanyaan kemarin. Umumnya jawaban yang diberikan sudah benar. Saya bangga memiliki umat yang semakin cerdas dan memahami kekayaan imannya..:).
Jawaban:
1. Sakramen yang pernah anda terima? Anda sendiri yang bisa menjawabnya..:)
2. Sakramen yang harusnya sesering mungkin diterima: Ekaristi & tobat (jadi jangan hanya dua kali setahun NaPas –Natal & Paskah saja ya….:) Bisa mati lemes imannya kalau hanya ‘berNaPas’ dua kali setahun ha ha…
3. Sakramen yang hanya boleh diterima satu kali adalah: Baptis, Krisma, Imamat. Sedangkan sakramen Pengurapan orang sakit dan sakramen Perkawinan tidak termasuk yang hanya boleh diterima satu kali. Alasannya, dalam kasus2 khusus orang masih ada kemungkinan menerima lebih dari satu kali dengan seijin yang berwewenang.
Sampai jumpa dalam “Bertumbuh dalam Iman” topik berikutnya……



sumber dai facebook: SEPUTAR LITURGI DAN PERAYAAN EKARISTI GEREJA KATOLIK INDONESIA 
»»  READMORE...
1 komentar

Pastor yang pernah berkarya di Paroki Ngabang

berikut nama-nama pastor yang pernah berkarya di paroki kami :




P. Maturus V LEEWEN, OFMcap             1972-1980                  (Pastor Paroki 1972-1980)

P. Yan ELBERS, OFMcap                          1978-1978

P. Yakob WILLI, OFMcap                          1978-sekarang           (Pastor Paroki 1980-2004)

P. Filianus FIRMUS, OFMcap                    1980-1984

P. J. Herman AHIE, OFMcap                     1986-1989

P. Agus SUBAGIO, OFMcap                      1990-1994

P. Heribertus SAMUEL, OFMcap              1994-1995

P. Cyrillus RIYADI, OFMcap                     1995-1999

P. Filianus FIRMUS, OFMcap                    1999-2002

P. Maximilan BEBER, OFMcap                 1999-2002

P. Fransiskus ERIK, OFMcap                     2002-2004

P. Florentius SIDOT                                     2004-2009                   (Pastor Paroki 2004-2008)

P. Tadeus ASAI, OFMcap                           2004-2006

P. Adelius YONAS, OFMcap                      2004-2008

P. Frederick SAMRI, OFMcap                   2008-sekarang           (Pastor Paroki 2008-2010)

P. Wilfrid  NYIRUM A, OFMcap               2008-2009

P. Hieronimus PAPANTRO, OFMcap        2010-2012

P. Paskalis SUDIRJO, OFMcap                 2011-2012

P. J. Herman AHIE, OFMcap                     2012-sekarang           (Pastor Paroki 2012-...)

P. Albers SUPRAPTO, OFMcap                2012-sekarang


writer :novi 

sumber :buku paroki


»»  READMORE...
0 komentar

Paroki "SALIB SUCI" Ngabang

para sahabat santo Tarsisius yang kami kasihi sebuah pepatah berbunyi : "tak kenal, maka tak sayang". yukk mari mengenal Paroki kami..

Empat tahun setelah Wilayah Ngabang resmi berdiri sendiri, Pastoran yang masih sangat darurat ditempati selama lima tahun sampai tahun 1977 baru didirikan pastoran baru. Pada tahun yang sama juga gedung gereja dibangun. Susteran belum ada, kecuali sebidang tanah yang sudah dipersiapkan untuk susteran dan asrama. tanggal 15 juli 1978 Ngabang, resmi menjadi Paroki tersendiri.

Stasi Ladangan Pal 20 yang terdiri dari 11 kampung yang merupakan wilayah paroki Pahauman, tahun 1982 masuk ke paroki Ngabang. Melihat perkembangan umat Ngabang dan kampung-kampung sekitar cukup pesat, mulailah terpikir untuk membangun gedung Gereja baru yang lebih layak dan Respresentative. Walaupun pada tahun 1997 terjadi kerusuhan antar etnis Madura dan Dayak, tidak menyurutkan semangat umat dan Pastor Yakob Willi OFMCap untuk mempunyai gedung gereja baru. Sehingga dengan kerja keras umat paroki Ngabang, para donatur serta pastor, tepat pada tahun1998 gedung Gereja "Salib SUci" Ngabang diresmikan dan diberkati oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Hieronimus Bumbun, OFMCap.

Seiring berjalannya waktu, jumlah umat Paroki Ngabang semakin bertambah, hal ini tentu saja membuat pelayanan pastoral semakin padat dan meningkat, maka pada tahun 2003 Paroki Ngabang Serimbu di mekarkan menajdi 2 paroki yaitu : Paroki Ngabang dan Paroki Serimbu. Serimbu menjadi Paroki baru dengan nama pelindung paroki, "St.Yohanes Maria Vianney". Paroki Serimbu dilayani oleh para imam Projo. Sedangkan Paroki Ngabang sendiri nama pelindungnya tetap "Salib Suci" dan dilayani oleh imam Kapusin sampai sekarang.

 

writer :novi

sumber :buku paroki

»»  READMORE...
0 komentar

Paroki Ngabang-Serimbu

Dengan Meningkatnya minat masyarakat untuk masuk agama Katolik, maka tahun 1968 Pastor Maturus OFMCap diundang masyarakat untuk secara resmi menyatakan,bahwa orang-orang di kampung-kampung tersebut sudah menjadi Katolik. Tanggal 8 Januari 1968 Pastor Maturus mulai memisahkan buku Permandian (LB) dan buku perkawinan (LM) dari paroki induk Pahauman.

Tahun 1969 paroki Ngabang-Serimbu memisahkan diri dari paroki Pahauman yang saat itu disebut stasi Ngabang. Pada tahun 1969 stasi Ngabang yang berpusat di Ngabang meliputi seluruh kecamatan Air Besar, Kuala Behe dan Ngabang kecuali wilayah Jelimpo,Sabgku dan wilayah Ladangan Pal 20. Sebagai tempat aktivitas Pastor, seorang umat Katolik Tionghoa bernama Liu Namsin (Pak Namsin) meminjamkan sebuah rumah di tengah pasar Ngabang untuk Pastor tinggal sekaligus tempat ibadat hari Minggu.

pada tahun 1977 dengan bantuan seorang mantan camat Pahauman bernama Gusti Mahmud, Pastor Maturus membeli sebidang tanah di belakang Kantor PD (Persatuan Dayak) bekas kuburan Tionghoa. Pada tahun 1975 di bagun pastoran dan gedung serba guna / gereja dan sebuah asrama pelajar untuk anak pedalaman yang bersekolah di SD dan SMP di Ngabang.

Antara tahun 1968 dan 1970 Pastor Maturus memberikan bantuan kepada beberapa anak pedalaman untuk melanjutkan sekolah SMP,SKKP, dan SPG ke Nyarumkop, Pusat Damai, Pahauman dan Sekadau. Pastor Maturus juga membuka beberapa sekolah SD swasta di daerah pedalaman (Mengkatang,Nahaya,Kurnia,BatuBaru,Sebadok) dengan guru-guru yang di angkat oleh Pastor Paroki. Dampak dari kegiatan karitatif/sosial di bidang pendidikan ini, semakin banyak orang yang tertarik untuk masuk agama Katolik.

Sejak berdirinya Paroki Ngabang-Serimbu di bawah pimpinan Pastor Paroki P.Yakob Willi OFMCap tahun 1979, meliputi dua kecamatan, yakni kecamatan Ngabang (173 kampung) dan kecamatan Air Besar Serimbu ( 90 kampung) pada tahun 1980 masuk ke stasi Ngabang.

 

 

writer :novi

sumber : buku paroki 

»»  READMORE...
0 komentar

Asal Mula PAROKI NGABANG

haii sahabat-sahabat santo Tarsisius yang terkasih..

 sekarang kami akan mengenalkan kepada sahabat misdinar tentang paroki kami PAROKI NGABANG. siapa tahu teman-teman sesekali singgah di paroki kami jadi nggak asing lagi terdengar.  hehehehehe


1. Asal mula Paroki Ngabang.

sahabat terkasih menurut sejarah gereja Kalimantan pada tahun 1908, pimpinan gereja Katolik di Kalimantan Barat meminta kepada pemerintah Hindia Belanda untuk memasuki daerah Mempawah dan Landak guna membuka karya misi. Tetapi permintaan itu ditolak,alasannya tidak ada daftar nama orang yang beragama Katolik pada dua wilayah tersebut. satu tahun kemudian yakni tahun 1909 pemerintah Hidia Belanda memberi izin dan pada tahun yang sama karya misi di wilayah Landak dimulai. Sekitar tahun 1903 Pastor Amandus Van Beers OFMCap, mulai berkarya di daerah Landak dengan membuka pos misi di rumah/poliklinik seorang mantri yang beragama Katolik bernama Ringkat di daerah Belantian (Kec.Ngabang). Di samping poliklinik tersebut dibangun rumah sekolah rakyat / SR 3 tahun  dengan satu orang guru Katolik. Namun usaha misi ini kurang berhasil, karena seorang kepala Benua yang bernama Bengkarot melarang usaha misi di daerahnya. Kemudian karya misi tersebut dipindahkan ke daerah Bengkayang tahun 1934.

Pastor Casianus Reinders,OFMCap bertugas di paroki Bengkayang. Selain di Bengkayang Pastor Casianus Reinders,OFM Cap juga mengunjungi daerah Landak yakni kampung Bandung dan Pagung yang berada di daerah Landak. Sebelum perang dunia ke-2 Pastor Casianus Reinders berusaha supaya beberapa murid dari SR Sekendal (Dait) daerah Serimbu sekolah di Nyarumkop. Pada tahun 1937 SR pertama dibuka di kampung Sekendal dan gurunya bernama Antonius Dawar di bawah pimpinan Pastor Casianus Reinders. Sekitar tahun 1950 Pastor Agustinus Hendriks OFMCap membuka SD di kampung Nyari, namun pada tahun 1956 ditutup karena masyarakat tidak mampu membayar gaju guru-guru.

Sejak tahun 1950-1963, ada beberapa keluarga di wilayah Landak bersekolah di Nyarumkop,Bengkayang dan Pahauman. Hasil dari sekolah tersebut mereka menajdi guru agama Katolik di Sekendal,Sebadok dan Paku Raya. Dampak dari kunjungan guru-guru tersebut,semakin banyak orang-orang kampung yang berpendidikan dan demikian juga dengan agama semakin berkembang.

Pada Tahun 1960an di kampung Muun dan Sehe dibangun Sekolah Dasar Perum dengan guru bapak Meter dan M.Jampung, tahun 1965 bapak Maurus Paitiyadi sebagai guru di Serimbu dan beberapa tokoh agama Katolik meminta pada pihak Keuskupan Agung Pontianak seorang pastor daerah Serimbu.

Pada tahun 1965 meletusnya PKI dan pemerintah menekan masyarakat untuk memeluk satu agama tertentu. Untuk itu kebanyakan orang suku Dayak memilih agama Katolik di daerah Serimbu,kecuali daerah Sempatung,Tayan Bentiang beragama Kristen Protestan.

 

writer : novi

sumber :buku paroki

»»  READMORE...
Kamis, 07 Maret 2013 0 komentar

MANFAAT DAN BUAH2 ROHANI APA YANG SAYA PEROLEH DARI SAKRAMEN EKARISTI/MISA KUDUS?


Sakramen Ekaristi adalah Sakramen keselamatan melalui mana Yesus menghubungkan Gereja dan seluruh anggotanya dengan kurban keselamatan di salib. Setiap kali kurban Ekaristi dipersembahkan, karya keselamatan Tuhan dihadirkan dan dirayakan kembali serta membuka aliran2 rahmat keselamatan bagi yang berpartisipasi di dalamnya.

Setiap orang yang setia mengikuti perayaan Ekaristi, membangun disposisi batin yang pantas, terlibat aktif dalam perayaan iman ini, pantas untuk memperoleh buah2 rohani secara melimpah, antara lain:
a. Secara rohani dan jasmani semakin dipersatukan dengan Kristus sendiri Sumber keselamatan kita.

b. Mendapat kemurahan dan belaskasihan atas dosa2 yang dapat diampuni.

c. Terpelihara hidupnya dari dosa2 berat yang mematikan.

d. Diteguhkan hidupnya oleh ikatan kasih dan perlindungan dari Allah sendiri melalui PuteraNya.

e. Semakin diteguhkan persatuan hidupnya dalam Gereja sebagai tubuh mistik Kristus.

f. Menjadi sarana untuk mengekspresikan hidup imannya dalam keterlibatan aktif pada pelayanan di sekitar Altar, dan memperdalam penghayatan imannya dalam interaksi dengan sesama umat beriman.

g. Karena di dalam liturgi perayaan Ekaristi kita berdoa bersama seluruh umat beriman, bagi umat beriman, dan atas nama umat beriman; maka setiap participant dalam perayaan kudus ini senantiasa didoakan hidupnya oleh Gereja Kudus. Ingatlah bahwa ‘Gereja’ sebagai “Umat Allah yang Kudus” bukan hanya mereka yang secara jasmani kelihatan hadir di dunia, melainkan juga mereka para kudus, para suci dan himpunan orang2 beriman-termasuk sanak keluarga kita yang telah berpulang yang sudah dipersatukan dalam keabadian, turut mendoakan kita yang hadir.

h. ….dan setiap orang secara pribadi, tentu mengalami sendiri buah2 rahmat keselamatan lainnya yang mengalir secara melimpah dari perayaan iman yang kudus ini.

Tentu saja buah2 keselamatan itu tidak datang secara otomatis setiap kali kita ikut menghadiri perayaan Ekaristi. Dibutuhkan persiapan diri yang pantas dan partisipasi aktif di dalamnya agar buah2 rahmat itu hadir dan bekerja di dalam diri kita. Ibaratnya gereja itu tempat di mana anda bisa mengambil air keselamatan dari keran2 yang tersedia; bagaimana anda bisa membawa air itu pulang jika anda tidak mempersiapkan diri membawa botol atau wadah lainnya untuk menampung air keselamatan itu?

Begitu pentingnya Sakramen Ekaristi ini sebagai puncak hidup iman kita; maka pada saatnya nanti kita akan membahas secara lebih khusus tentang persiapan2jasmani dan rohani, doa2 sebelum misa, pada waktu misa kudus, dan sesudah misa selesai. Setidaknya kita perlu mengetahui hal2 tersebut agar setiap kehadiran kita dalam perayaan Ekaristi/Misa Kudus semakin menghasilkan buah2 keselamatan. Tentunya pembahasan itu akan kita mulai sesudah kita menyelesaikan pendalaman kita tentang ketujuh Sakramen dan buah2nya bagi kehidupan kita.
Salam hangat, P.Christianus Hendrik SCJ, South Dakota-USA

sumber : facebook seputar liturgi dan perayaan ekaristi gereja katolik indonesia
»»  READMORE...
 
;